Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

Minggu, 02 Desember 2012

Persahabatan = Toleransi?

Halo~

kali ini mau ngomongin tentang pertemanan/persahabatan. Ketika nonton salah satu acara talk show di salah satu stasiun televisi swasta, saat itu topiknya adalah tentang promo film Indonesia yang akan tayang di bulan ini yaitu "5cm". Mungkin trailernya bisa diintip sekilas disini:



Inti dari film 5cm adalah tentang persahabatan dan mimpi, dan salah satu pemeran di film itu yang juga merupakan atlet basket kebanggaan Indonesia, koko Denny Sumargo, ketika di wawancara di acara talk show it sekilas bilang "Persahabatan itu adalah bagaimana kita belajar bertoleransi..". Quote itu stay di otak gue even sampe sekarang dan gue setuju banget. Karena pas ko Densu bilang kalimat itu i suddenly remember all of my best friends dan hubungan gue dan sahabat-sahabat gue sampe sekarang. 


Gue punya 2 sahabat dan kita udah bertemen udah hampir lebih dari 13 tahun sampe sekarang hubungan itu masih terjaga baik. Ketika masuk SMP gue punya beberapa temen baru dan itu berlangsung sampe SMA dan sampe sekarang juga. Mempertahankan hubungan sampai selama itu menurut gue bukan hal yang gampang,  bersahabat sama beberapa orang dengan karakter yang berbeda-beda itu sama sekali bukan hal yang gampang. Apalagi saat itu kita masih usia belasan dan emosi kita lagi meledak-ledaknya gak jarang sih berantem-berantem kecil itu pasti ada, tapi in the end semakin bertambahnya umur semakin kita bisa menerima kekurangan masing-masing. Sekarang duduk di bangku kuliah otomatis ketemu sama temen-temen baru dan berpisah sementara sama sahabat-sahabat lama. 

Ada beberapa perbedaan ketika gue sama temen-temen kampus dan sama sahabat-sahabat gue. Honestly, ketika lagi ngumpul sama temen kuliah i feel like that i'm not 100% myself. Don't get me wrong, i love my college friends...cuma aja kadang gue merasa ketika kumpul bareng..gue merasa bukan diri gue yg sepenuhnya. Ada hal-hal yg gue coba untuk batasi...mana yang harus di share mana yang harus dijaga . Diluar mungkin terkesan ceplas-ceplos, tapi gue selalu nyoba buat milih-milih kata-kata yg baik biarpun pd akhirnya tetep ada yang gak bisa terima karena gue gak mau mereka ada yg merasa sakit hati sama perkataan gue  biarpun di akhir pasti tetep aja ada yg gak bisa terima sifat gue. Mungkin karena kita baru ketemu sejak jd mahasiswa, dan gue tidak mengenal mereka sedalam gue mengenal sahabat-sahabat gue. Di tahap inilah gue belajar menerapkan ilmu bertoleransi. Gue selalu berusaha belajar buat mengerti kondisi atau mood temen-temen gue saat itu. Karena kita sedang dalam usia kepala 2 dimana permasalahan bukan cuma sekedar tentang cinta monyet kayak jaman SMP/SMA. FYI, most of my college friends already thought about marriage. And during my college days i feel that myself is over-sensitive. Hal sepele pun kadang bisa bikin kita tarik-urat, dan dengan hadirnya teknologi dan social media kadang bisa memperuncing masalah. Gak jarang gue ngeliat temen sendiri sindir-sindiran via status FB/twitter. That's why when i'm mad, gue lebih memilih untuk menjauhi internet dan memilih melupakan masalah dengan TIDUR. 

Lain halnya ketika lo ngumpul bareng sama sahabat-sahabat semasa sekolah. Thanks God ketika itu social media yang paling happening adalah friendster dan Facebook baru muncul ke permukaan. Semasa SMA dulu gue inget banget saat ada masalah diantara gue dan temen-temen gue, in the end kita selalu menyempatkan duduk bareng meskipun dalam keadaan lagi bete antara satu sama lain dan kita duduk membentuk lingkaran dan kita mengeluarkan uneg-uneg yg kita rasain terhadap satu sama lain bahkan sampe nangis-nangis. Mungkin terkesan lebay, tapi apa yg lo dapet? gak ada kesalah pahaman karena masing-masing kita akhirnya tau baik dan buruknya diri kita di mata orang lain dan kita bisa belajar buat memperbaiki itu. Begitupun juga dengan dua sahabat gue , kita selalu ngomong jujur-jujuran saling mengkritik secara halus antara satu sama lain tanpa ada yang merasa sakit hati. 

Adakalanya gue berharap bahwa gue bisa seperti gue saat gue  kumpul bareng sahabat-sahabat gue. Tapi yang namanya hidup pasti selalu ada perubahan dan bagaimana gue bisa belajar melalui perubahan itu. Gue sayang sama temen-temen kampus gue dan gue juga sayang sama sahabat-sahabat gue. Mereka orang-orang yang berbeda dengan karakter yang berbeda-beda, dan kata banyak orang perbedaan itu indah. Mungkin emang bener kalo hal penting dalam satu hubungan itu adalah toleransi. Karena tanpa toleransi, gak akan ada satupun hubungan yang bisa bertahan lama. :)

0 komentar:

Posting Komentar